Film Hollywood Dilarang Tayang atau Beredar di Indonesia


Film dari Amerika Serikat bakal ditarik dari bioskop dan yang baru tidak bakal masuk indonesia. Jangan Harap Film Film Seperti Spiderman 4 bakal bisa kamu tonton. Ini bukan tentang “kenaikan pajak film impor” – yg merupakan hak dan wewenang setiap negara, dan dalam hal itu, PIHAK ASING atau AMERIKA SERIKAT khususnya, tidak bisa/tidak akan menolak karena berapa pun jumlah kenaikan pajaknya nanti akan dibebankan kepada rakyat indonesia sendiri sebagai penikmat film impor.

Tapi yang dipermasalahkan adalah: sejak Januari 2011 ini ada aturan dan penafsiran baru Direktorat Jenderal Bea Cukai atas UU/Peraturan tentang
pajak bea masuk yang lama, yang diberlakukan per Januari 2011, yakni “BEA MASUK ATAS HAK DISTRIBUSI” YANG TIDAK LAZIM DAN TIDAK PERNAH ADA DALAM PRAKTIK BISNIS FILM DI SELURUH DUNIA! Sebab, yang disebut bea masuk itu hanya berlaku untuk BARANG MASUK.

Dan, sebagai BARANG setiap kopi film impor yang masuk ke Indonesia, selama ini sudah dikenakan/dibayarkan bea masuk +pph +ppn = 23,75% dari NILAI BARANG.

Spiderman 4Selain itu, selama ini, Negara/Ditjen Pajak/Kemenkeu juga selalu menerima pembayaran pajak penghasilan 15% (Limabelas persen) dari hasil eksploitasi setiap film impor yang diedarkan di indonesia. Pemda/Pemkot/Pemkab juga selalu menerima PAJAK TONTONAN dalam kisaran 10-15% untuk setiap judul film impor/nasional sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena Ditjen Bea Cukai tidak mau memahami/menanggapi seluruh argumen penolakan/keberatan terhadap BEA MASUK HAK DISTRIBUSI yang diajukan oleh pihak MPA/Ikatan Perusahaan Film Impor Indonesia (Ikapifi)/Bioskop 21,dll, dan karena ketentuan itu tidak lazim di negara mana pun di dunia ini, – karena FILM BIOSKOP BUKAN BARANG DAGANGAN sebagaimana produk garmen/otomotif dll, MELAINKAN KARYA CIPTA YANG TIDAK BISA DIPERJUALBELIKAN melainkan merupakan PEMBERIAN HAK EKSPLOITASI ATAS HAK CIPTA YANG DIBERIKAN OLEH PEMILIK FILM KEPADA DISTRIBUTOR/BIOSKOP dan penonton hanya membayar tanda masuk untuk bisa menikmatinya dan tidak bisa membawa film sebagai BARANG — DAN UNTUK HASIL EKSPLOITASI JASA ITU SELAMA INI PEMILIK FILM SUDAH MEMBAYAR 15% (LIMABELAS PERSEN) BERUPA PAJAK PENGHASILAN KEPADA NEGARA— maka MPA sebagai ASOSIASI PRODUSER FILM AMERIKA memutuskan:

Selama ketentuan BEA MASUK ATAS HAK DISTRIBUSI FILM IMPOR itu diberlakukan, MAKA SELURUH FILM AMERIKA SERIKAT TIDAK AKAN DIDISTRIBUSIKAN DI SELURUH WILAYAH INDONESIA sejak Kamis 17 Februari 2011.

Film-film impor yang baru dan yang BARANG-nya sudah masuk dan sudah membayar bea masuk sesuai ketentuan yang berlaku selama ini, TIDAK AKAN DITAYANGKAN DI INDONESIA (seperti Black Swan, True Grit, 127 Hours dll). Sedangkan untuk film-film impor yang sedang tayang, bisa dicabut sewaktu-waktu apabila PIHAK PEMILIK FILM IMPOR menyatakan mencabut HAK EDARnya di Indonesia.

Akibat langsung dari dicabutnya HAK DISTRIBUSI FILM IMPOR untuk Indonesia itu adalah:

  1. Ditjen Bea Cukai/Ditjen Pajak/Pemda/Pemkot/Pemkab AKAN KEHILANGAN RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN dari film impor sebesar 23,75% atas bea masuk barang, 15% Pph hasil ekploitasi film impor, dan Pemda/Pemkot/Pemkab akan kehilangan 10-15% pajak tontonan sebagai pendapatan asli daerah.
  2. Bioskop 21 Cinepleks dengan sekitar 500 layarnya, sebagai pihak yang diberi hak untuk menayangkan film impor akan kehilangan pasokan ratusan judul film setiap tahun, sementara film nasional selama baru mampu berproduksi 50-60 judul/tahun.
  3. Dengan akan merosotnya jumlah penonton film (impor) ke bioskop, maka eksistensi industri bioskop di indonesia akan terancam.
  4. Nasib 10 ribu karyawan 21 Cinepleks dan keluarganya, akan terancam
  5. Penonton film impor di indonesia akan kehilangan hak akan informasi yang dilindungi UUD.
  6. Industri food & beverage (cafe-resto) akan terkena dampak ikutannya, juga pengunjung ke mall/pusat perbelanjaan, parkir, dll.
  7. Industri perfilman nasional harus meningkatkan jumlah produksi dan jumlah kopi filmnya bila ingin “memanfaatkan” peluang itu, yang berarti harus meningkatkan permodalannya sementara kecenderungan penonton film indonesia terus merosot.

Solusi:

  1. Bila Negara/Pemerintahan/Kemenkeu/Ditjen Pajak/Ditjen Bea Cukai/Pemda/Pemkot/Pemkab tidak ingin kehilangan Rencana Anggaran Pendapatan dari bea masuk/Pph film impor, maka ketentuan yang TIDAK LAZIM yang merupakan TAFSIR BARU ATAS UU/PERATURAN TENTANG PERPAJAKAN YANG LAMA itu HARUS DIBATALKAN/DICABUT.
  2. Bila Negara/Pemerintah peduli pada nasib dan masa depan industri perbioskopan Indonesia yang tidak bisa dilepaskan dari nasib dan masadepan industri film nasional, maka Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata/Direktorat Film, wajib melakukan intervensi atas ketentuan yang TIDAK LAZIM tersebut dan melaporkan kepada Presiden untuk membatalkan ketentuan itu.
  3. Bila Kementerian Tenaga Kerja peduli terhadap kemungkinan terciptanya pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri perbioskopan dan dampak ikutannya, akibat ketentuan yang TIDAK LAZIM itu, juga harus melaporkan kepada Presiden mengenai hal itu.
  4. Bila para penonton/penggemar film-film impor Indonesia tidak ingin negeri ini kembali ke tahun 1960-an saat film-film Amerika diboikot di Indonesia, dan akan kehilangan HAK ATAS INFORMASI dan HAK UNTUK MEMPEROLEH PENDIDIKAN/PENGAJARAN/LAPANGAN PEKERJAAN di bidang perfilman, sebagaimana dilindungi UUD 1945, atas nama masyarakat, harus mengekspresikan keberatannya melalui pelbagai saluran/media/jejaring sosial yang ada agar Ditjen Bea Cukai membatalkan ketentuan yang TIDAK LAZIM dalam industri perfilman dunia itu.
  5. Bila Negeri ini/Pemerintahan Republik Indonesia ini/Presiden SBY ini, tidak ingin dinyatakan sebagai NEGARA YANG GAGAL MELINDUNGI HAK SETIAP WARGA NEGARANYA (cq HAK ATAS INFORMASI/HAK ATAS PENDIDIKAN/PENGAJARAN), dan DIKUCILKAN DALAM PERGAULAN PERFILMAN INTERNASIONAL, maka Presiden harus memerintahkan kepada Menko Ekuin/Menkeu/Ditjen Pajak/Ditjen Bea Cukai untuk segera MEMBATALKAN/MENCABUT KETENTUAN YANG TIDAK LAZIM DALAM INDUSTRI PERFILMAN DUNIA ITU.
  6. Bila anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) semua komisi yang membidangi Industri/Perdagangan/Perpajakan/Kebudayaan dan Pariwisata/Politik/Tenaga Kerja/Pendidikan peduli akan masalah ini, harus segera memanggil para pejabat terkait untuk mencabut ketentuan yang TIDAK LAZIM yang berdampak panjang tersebut.
About these ads

About Prista Ayu
Mahasiswa yang baru belajar nGeblog, Ngeblog untuk sekedar sharing ilmu, pengalaman, dokumentasi hidup, dan mencari teman. Boleh hanya numpang lewat tapi kalau mau komentar akan saya beri ucapkan terima kasih plus backlink gratis karena Blog ini sudah Dofollow -:). Boleh ngasih saran, kritik, caci maki tapi kalau nyepam tak masukin penjara Akismet he he he he ….

64 Responses to Film Hollywood Dilarang Tayang atau Beredar di Indonesia

  1. armando says:

    Pemerintah kita semakin bodoh ya ckckckc…. Nice Inpo gan…

  2. indonesia aja filmnya masih begitu, gk mendidik .. isinya porno, setan-setan alay, dan artis-artisnya di pilih yang vulgar .. gimana indonesia mau maju???

  3. tulisan yang sangat baik, kritis dan tepat sasaran.

  4. denNi says:

    well…kan sudah terlihat klo film Indonesia makin aneh dan g laku. klo mw laku ya disingkirkan dahulu film-film yang bagus. efeknya 21 dan 21cineplex bakal cabut karena bisnis tidak lancar. so…kembali ke layar tancep adalah jalan terbaik untuk mempopulerkan film Indonesia.

  5. veus says:

    ada2 aja sih yg bikin peraturan di indo.. bego.. nga jelas banget, larang ini itu gimana mau berkembang sih?
    lagian film hollywood banyak kali, yang berbobot and berguna.
    lama2 ni negara makin bodo and nga ada kemajuan sama sekali. liatin aje, film indo yg di bioskop cuma dikit banget yg bagus. sejauh ini yg gua bisa bilang bagus ya cuma laskar pelangi. sisanya? kasih nilai NOL BESAR sama gua.
    apaan, porno-pornoan, nga berbobot, nga di pake otaknya, ringan-ringan aje. ckck!
    kalo nga cinta-cintaan tolol, ya setan-setanan berbau porno.
    kayak gitu mau ditonton?
    nga usa kaget kalo ntar orang indo semua sdm nya otak jongkok.

    • ku17 says:

      udh bukan jongkok lg, tp selonjoran…

    • kevin says:

      indonesia semakin bodoh…..deang ga ada nya fil hollwood mending bioskop di tutup aja
      dasar pemerintah tolol begooo

  6. veus says:

    pokoknya ane setuju sama ente, gan! groaaarrr!!

  7. Asop says:

    Nggak masalah, masih ada DVD bajakan dan donlotan pilem via internet. :)
    Harga makanan di bioskop pun juga kelewat mahal. :mad:

  8. Tania says:

    Paling nanti peraturannya berubah lagi, memangnya tahan berapa lama kondisi kayak gitu? lahan duit mereka sendiri juga berkurang kok

  9. hems says:

    untuk sekian kalinya saya kembali di kecewakan oleh pemerintah saya sendiri,
    sungguh ironis

  10. Caroline says:

    Kalo film hollywood gak boleh tayang lagi di Indonesia, bioskop di Indonesia bakal bangkrut kali ! Terus, warga Indonesia juga bakal terkucil dari dunia perfilman.. Sebelom buat peraturan, dipikirin dulu dong dampaknya. =,=”

  11. rain bi says:

    Pemikirannya ga luas sih,susah deh!

  12. natalie says:

    MENDING KE LAUT AJA FILM INDONESIA….
    GA BERMUTU BGT.

  13. mega says:

    pemerintah tuh sbnrx pinter ap bego c..
    dpt penghasilan laen selaen dr penjualan barang kq y d tolak….
    ckkckckcck dah terlalu kaya ap smp nolak2 pendapatan ??

    gk jamin lah film indonesia lbh bermoral dari film luar..
    bnr2 gk abs pikir ma pemerintahan skr tuh..

  14. ilham says:

    jadi g bisa nonton film yg berkualitas neh….

  15. Wulan_lupz says:

    Walaupun gw org indonesia,tp gw ga suka sm film indonesia,aplg sinetron,,terlalu lebbbayyy,,peraturan sprti ini bkin susah org aj,,negara indonesi bs dsebut,negara miskin materi,jg miskin pengetahuan,,ujung2ny duit mulu,,payah!!

  16. Gelo says:

    Waduhhhh amit dah…pemerintah kok kyk gw jadi “GELO”,demi pajak kok bikin senang pembajak!!!
    Nyari tambahan pajak kayak “putus asa” minta dong ma Om GAYUS…….
    Gawat nih Transformers: Dark of the Moon masa sih ntar kudu beli bajakan???
    Iya klo isi bajakannya film Transformers klo isi nya Cinta Fitri ??? Amit dah…..Lebayyy TOTAL,saya setuju kyk comment mbak wulan & yg laen….Pemerintah kudu smart klo ngambil kebijakan bwt orang banyak….
    Mudah-mudahan kebijakannya diBATALKAN…amin….
    Thank u bwt mbak Prista Ayu…..Post-nya bikin saya ga GELO lg…

  17. Pingback: ginukginuk.com » Blog Archive » Ga Ada Film Hollywood di Indonesia!

  18. alex says:

    emang indonesia ini apa seh??? gak jelas banget!!! hampir semuanya film2 yang beredar sampah!!!

  19. andre says:

    untuk kesekian kalinya, semakin bodoh saja kebijakan yang diambil pemerintah.Untuk hal ini aja sudah begini, apalagi hal yang lebih penting..ckckckkk…gmn negara mau maju kalo pemerintahnya bodoh n gak jelas gini…rakyatnya lagi yang jadi korban….sungguh hal yg bodoh….

  20. Pingback: Kebijakan Film Hollywood di Indonesia ? | iKurniawan.co.cc

  21. rplik says:

    ga peduli bajakan bajakan dah…..

  22. a guest says:

    what the fuck…?
    hey man, r u serious?
    gw heran sama negara ini, film bermutu hollywood dilarang tayang di indonesia, tapi film indonesia berbau porno aja dibolehin banget tayang di indonesia! what the fuck r u thinking…??!! im get outta here!!

  23. Prista Ayu says:

    mkasih atas perhatian dan komentar dari rekan2 semua, marilah kita berdiskusi disini bagaimana mencari jalan keluar agar dunia hiburan utamanya perfilman di Ind0nesia tidak mengalami kematian, b0san juga rasanya kita disuguhi sinetron dalam negeri yang ending ceritanya mudah ditebak, kalau tidak tentang perebuatan harta, kekuasaan, maupun wanita (cinta) sangat jarang sineas kita membuat produksi sinetron yang bermutu misalnya dulu mungkin pernah ada sinetron rumah masa depan garapan ali sahab yang bercerita tentang kehidupan di pedesaan dan permasalahannya atau film bermutu semacam denias, laskar pelangi, sekarang kebangkitan film kita hanya sebatas film horor, dunia teknologi sudah semakin maju tetapi kita masih disuguhi film dengan adegan horor dengan bumbu erotis yang sangat tidak masuk akal :(

  24. Mafud says:

    Slamat menikmati film2 semi bokep buatan anak negri

  25. Josephine says:

    Jijik sama film Indonesia. Pada gak punya mutu dan kelas. Sampai heran sendiri gitu masih ada yang liat. Bisa dihitung sama jari film yang bener2 bermutu. Lah bintangnya cewek-cewek gituan.
    Otak jongkok memang…kalau gini sekalipun aku gak suka bajakan, ya terpaksa beli bajakan.
    Makin rugi-makin rugi dah.

  26. Lempoenk says:

    lha wong hibran kok di campur aduk ama urusan politik..jan asu tenan pemerintah indonesia..!!!
    daripada nonton film indonesia yang bener2 sampah..mending nonton wayang kulit aja lahhh…lebih mendidik..

  27. Fadhil says:

    1 KALIMAT .. ADAKAH FILM INDONESIA YG BISA NYAINGIN HARPOT OR TRANSFORMER ?? FUCK ! DARI SEGI TEKNOLOGI AJ JAUH !

    • hmm kalo mau ada yang bisa nyaingin HARPOT ato TRANSFORMERS ntar tunggu gajah bisa terbang ato semut berkaki seribu dulu..hahahahaa :D

      • Firman Immanuel says:

        Gayus and the Goblet of fire..

  28. a guest says:

    @fadhil : NGGAK AKAN PERNAH ADA

  29. haters99 says:

    What The F*ck with this rule ??
    Yg namanya Film Bioskop itu Film MADE IN LUAR NEGERI Indonesia Raya Merdeka ini !
    Kalo Film buatan Indonesia Raya Tercinta itu Sangat tidak pantas dan tidak layak untuk dikatakan FILM BIOSKOP..Perbandingannya VS Film Doraemon aj 90:1(Indo) malah mau di adu sama HARPOT & TRANSFORMERS. HHHOOOOAAAAAXXXXXX….huEEEekkkz (-_-!)
    Daripada buat film Horor yang porno-pornoan mendingan Buat FILM BIRU aja pasti lebih laku.
    Untuk Pemerintah : “Kami para pecinta FILM Holywood yang Pastinya Berkualitas, akan melakukan berbagai macam cara untuk bisa menonton FILM Tersebut. Walau dengan membudayakan perbuatan PEMBAJAKAN/PIRACY. Kami melakukan hal ini sebagai aksi kekecewaan kami terhadap peraturan K*NY*L(cencored) bin T*L*L(cencored) yang dibuat oleh APARAT PEMERINTAH. Dan satu hal lagi ! Pak/bu Pejabat, kami orang biasa pak, dengan pendapatan pas-pasan cuma bisa nonton FILM HOLYWOOD di bioskop-bioskop terdekat.
    “KAMI TIDAK SANGGUP BEPERGIAN KELUAR NEGERI SEPERTI BAPAK-BAPAK/IBU-IBU HANYA UNTUK MENONTON FILM YANG KAMI NANTI-NANTI SETIAP TAHUNNYA”
    Tambah benci deh sama aparat pemerintah (-_-!)

    -by : haters99-
    (Ditunggu Replynya)

  30. iwa says:

    Saatnya Googling film-film di Republik Dunia Maya Raya….
    Torents…. I.m coming..!!

  31. pam petrucci says:

    huuueeeekkk….napa sih???ko film berkualitas dilarang tayang di indo???dari pada film indo yang alayyyy lebayyyyy mau di tonton bisa jadi mata gua katarak….kayak film di indosiar yang visual efeknya bikin semua orang jadi tolol..

  32. Pingback: Resensi Film King’s Speech « Prista Fantasia

  33. Amang says:

    hadeeeeeeeeeeehhhhhhhhhhh……
    boro boro ngelarang….
    benerin dulu Film”x baru klwarin larangan…..
    ud Film g da kwalitasnya, g maw ngeluarin modal dan ga da yg seru….
    maen larang larang ja….

  34. Firman Immanuel says:

    Jangan berbicara seperti itu. Tunjukan bahwa kita lebih pintar dari pemerintah. Kalau film hollywood di boikot, its okay.. Mereka mungkin berpikir kalau mereka melakukan hal seperti itu bisa memberi kemungkinan naiknya persentage peminat film2 Indonesia yg sebelumnya selalu kalah saing. Menurut saya, lebih baik dalam jangka kedepan, kalian yang di indonesia jgn nntn film sama sekali. Lebih baik digunakan buat kepentingan lainnya. Dengan itu secara tidak langsung kita membuat perfilman di indonesia rugi dan akhirnya menyerah untuk mengambil film hollywood dalam mencari keuntungan.

  35. bilqyz says:

    trus qt dsuruh liad apa ?? sinetron ?? ga mutu !!
    hror ?? porno ky gtu , .
    mna indonesia bkal majuuu ??
    hassshhh
    ;@

  36. Yuan says:

    Sebenernya peraturan bea cukai ini udah dipake dibeberapa negara kok, salah kalo gak ada sama sekali yg make. Ane pernah baca tuh knpa ditjen pajak mpe brani pake ni sistem. Tapi dampaknya ane gak suka. . .

  37. Mumun says:

    Klw gak ada Film Impor Orisinil, Pilih yang bajakan aja… Biar Negeri Ini Bangkrut….

  38. see inside says:

    Stuju sama firman immanuel, mending ga usah ke bioskop sama sekali, sampe bener2 bangkrut dan akhirnya membatalkan niat pemboikotan nya, toh kita ga ke bioskop bukan berarti harus nonton upin ipin di rumah, Bisa BELI BAJAKAN, Bisa DOWNLOAD via internet … Yah kalo pemboikotan terus Blangsung, ya cuma ada satu kalimat dari anak2 BANGSA INDONESIA :

    “MARI SAMA-SAMA KITA MELESTARIKAN BUDAYA PEMBAJAKAN”

    Bajak dimana2 !!! Yeah!!
    Pemerintah? SHIT.
    Indonesia itu negara paling KAYA DI DUNIA. Karna elo2 pada (pemerintah) BETINGKAH sok tegas . KITA KENA DAMPAK NYA .. LAMA2 MELARAT !

  39. nunu says:

    nyebelin bgt ga’ bisa nntn film yg aku tunggu2,, pas seri terakhirnya lg,,, HARPOT 7 part 2…. aku udah nntn semua seri film ini b’tahun2,, dan aku gak bs nntn endingnya,,, NYEBELIN…
    emang’a mreka pikir klo film hollywood d’larang kt bakalan mw nnton film Indonesia?? klo aQ sihh mending nntn dvd bajakn atw download,,,
    Indonesia tuhh cm bs bkin film drama yg ga’ jauh bda ma sinetronnya,, atw horor+porno (ditraktir aku jg nggak mw),,,, film Indonesia yg bgs tu cm laskar pelangi dan sekuelnya… selebihnya gak bgt.
    aku bru mw nntn film Indonesia klo ada yg nyaingin HARPOT,, tp mustahil,, teknologinya kalah jauh..

  40. suwardi says:

    Yah paling2 cuma bisa download dri mediafire or indowebster…. tp gpp lah yg pnting bisa nonton king speech yang BRRip…

  41. Luffy says:

    masa Film Sinetron yg Kerjax Nangis Melulu Yang di Nonton……
    Cpe Dekh…..

  42. Arif says:

    G*BL*K pemerintah sekarang,banyak manfaatin rakyat, yg katanya rakyat hrs byr ini lah -bayar itu lah demi kepentingan rakyat.tapi mana hasilnya?malahan gedung DPR semakin tinggi,pejabat2 punya mobil baru yg super mewah,sedangkan masyarakat miskin bertambah banyak…
    trs pastinya “GAYUS” versi 1,2,3 dst masih banyak berkeliaran……dasar egois pemerintahan Indo *njing, g*bl*k,
    t*i,
    b*bi
    film Indo kagak ada yg bgs kecuali satu doang yaitu laskar pelangi yg laen NNNNOOOOL BESSSAR,karena dalemnya palingan juga….CINTA2an,marah2,pornografi dsb…pokonya payahnya sekarang negara ini!

  43. sashnick says:

    pepatah bilang…… tuntutlah ilmu sampai k negeri china……. maka seharusnya Indonesia harus belajar banyak dari negara lain, jangan ngejeplak bisa ngebuat film sendiri tapi mutu ngga’ ada……
    emang si pajak buat rakyat juga…. tapi dari sisi pembelajaran di Indonesia qta perlu dapat referensi dari negara pembuat film dengan mutu dan daya tarik yg baik pula…….

    • mble says:

      dasar guuoooblok …………..bikin masyarakat jd tambah terbelakang…

  44. cristian says:

    tapi aku rasa sebenarnya bisa loh visual efeknya kaya mereka.buktinya aja film rumah darah”ia sih dibantu ama singapur”tapi kan uda cukup hebat.terus iklan-iklan di indonesia yang efeknya ok lah.

  45. denon says:

    Pemerintah gak mau ya negaranya maju ? Memangnya dari mana Indonesia bisa buat film ? Adegan Holly wood disensor , disini malah diliat-liatin , omongannya juga… Shit .

  46. parno says:

    Maaf everybody, ada kebijakan positif yg masih bisa kita ambil. Film luar negeri di boikot yah minimal kita masih bisa numpang pacaran di bioskop lah. Klu di hotel banyak razia. Hahaha…

  47. andri says:

    q gk mw lg liat film indonesia , karna gk bermutu & suka menjiplak

  48. rima adelina says:

    makasih mbak buat infonya .. bermanfaat bangett buat tugas kuliahku .. :)

  49. Andrew Satyadharma says:

    NO MORE HOLLYWOOD FILMS IN INDONESIA, EMBITTERED ALL HOLLYWOOD FILM LOVERS. WE MUST TELL THE GOVERNMENT ALL ABOUT IT, AND CRACK THIS CASE AND BRING BACK THE HOLLYWOOD FILMS!

  50. Mbak titi says:

    kasian industri film indonesia…klo konsumen yg bermodal dikit sih masi bisa download,torrent,dan link2 lainnya deh
    menurut gw yg bener2 bakal menerima dampak langsung nya dari sistem keq gini mah yg buka industri bioskopnya

  51. indonesia bayar salah gabayr dihukum, maunya apasi, apa kurang bayar pajaknya or ada oknum mau menyingkirkan FILM2 LUAR yg berkualitas dari indonesia biar FILM2 yg ceritanay ga karuan dan ga bermutu ditonton?

  52. iqbal says:

    gua setuju bange lah

  53. Bayzzz says:

    Mendingan tutup aja dan cinema indonesia, dari pada penonton disurh nonton Film film Vulgar ala Indonesia :D :D ,,

    Dengan begini, maka dampak negatifnya => MAKIN BANYAK ORANG JUALAN DVD BAJAKAN dari pada nonton di CINEMA Indonesia yang nggak karuan :D :D

  54. pengen buat indonesia di cap buruk ya sama warganya sendiri????
    atau mau buat film bajakan di indonesia semakin meraja lela????
    atau ingin memperluas lahan korupsi???
    mau untung apa rugi indonesia ni????

  55. fadli says:

    kami butuh banget film berkualitas baik hollywood maupun dalam negeri
    Film Dalam Negeri kita sendiri bisa di tebak pasti LASKAR PELANGI,KING,SERDADU KUMBANG.
    Nah film” ABG yg lumayan ada jg seperti Tarik Jabrik,Heart,Catatan Si Boy dll

    Kutunggu deg film DAPUNTA deh

  56. krisna says:

    semprul tuh yang keluarin aturan ga bisa bedain film bagus sama yang ga bagus…cape dehhh

  57. dwi frista alfrella says:

    gimana mau bersaing kalau saingan nya ngak ada……………. ada ada aja neh orang yang buat peraturan……………………..
    itu mah nama nya menang tamoa lawan……. MEMALUKAN……..

  58. Pingback: INCEPTION (2010) « cicio cancera

  59. joko says:

    gwe mah ga mau ikut campur dah, terserah pemerintah aje,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,826 other followers

%d bloggers like this: